Juni 30, 2011

ADA TIGA HAL

3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan

Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti^^

Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.
Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.
*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah^^

Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan.
*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya^^


3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.

Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.

Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita^^

Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan^^


3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta

Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.

Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga, sahabat dan cinta.
Baca Selengkapnya »

ADA TIGA HAL

3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan

Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti^^

Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.
Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.
*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah^^

Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan.
*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya^^


3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.

Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.

Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita^^

Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.

Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan^^


3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta

Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.

Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga, sahabat dan cinta.
Baca Selengkapnya »

Juni 18, 2011

KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
Baca Selengkapnya »

KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.
Baca Selengkapnya »

Mei 18, 2011

Membela Kebenaran


Saya teringat sepenggal kata yang sering terngiang dibenak saya. Idealisme. Yang sampai sekarang tertanam dalam diri: Katakan Kebenaran Meskipun Pahit. Ketika kita yakin berada dijalur yang benar, bisa saja dinilai sebagai yang salah. Tetapi ingatlah bahwa kebenaran pada akhirnya akan tampak kepermukaan juga. . .
Sebagai manusia kita biasanya lebih sering dan cenderung menggunakan perasaan serta kedekatan dalam menilai suatu masalah. Sehingga tak jarang kita membela suatu hal lebih banyak dipengaruh antara suka dan tidak suka, dan juga karena suatu kepentingan dimana kita berada.
Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan perkelahian terjadi hanya karena rasa solider untuk membela warga atau teman sendiri tanpa melihat  permasalahan yang sebenarnya. Tak jarang teman yang dibela mati-matian justru berada dipihak yang salah.
Apakah artinya mengorbankan diri pada jalan yang salah?
Masih banyak contoh soal lainnya dalam suatu masalah, dimana kita benar-benar tidak bisa berada dipihak yang benar karena pengaruh keadaan dan perasaan.
Apabila seseorang membela  kebenaran atau mempertahankan kebenaran maka dia hendaklah sedar bahwa dia melakukan tanggungjawab kepada Tuhan. Tidak kerana dia mengharapkan pujian  daripada manusia, atau kemasyhuran, atau kemenangan. Sebaliknya jika seseorang melawan kebenaran dan berpihak pada yang salah, berarti dia menghianati kebenaran yang ada pada dirinya.
Kebenaran adalah kebenaran, ia tiada kaitan dengan kehendak diri sendiri atau kehendak orang lain. Justeru, insan yang jujur akan membela dan memperjuangkan kebenaran dan prinsip yang benar sekalipun terpaksa bercanggahan dengan kehendak dirinya, ataupun kehendak orang lain. Sekalipun dia menanggung rugi, atau dia ditentang oleh dunia sekelilingnya.
“Katakanlah kebenaran walaupun ia pahit”
Banyak rintangan dan halangan. Sebabnya, kebenaran itu tidak semestinya menjanjikan kemenangan di dunia yang fana ini. Tapi apakah kita harus mengingkari kebenaran yang ada pada diri kita. Kebenaran dari pencipta kita.


Baca Selengkapnya »

Membela Kebenaran


Saya teringat sepenggal kata yang sering terngiang dibenak saya. Idealisme. Yang sampai sekarang tertanam dalam diri: Katakan Kebenaran Meskipun Pahit. Ketika kita yakin berada dijalur yang benar, bisa saja dinilai sebagai yang salah. Tetapi ingatlah bahwa kebenaran pada akhirnya akan tampak kepermukaan juga. . .
Sebagai manusia kita biasanya lebih sering dan cenderung menggunakan perasaan serta kedekatan dalam menilai suatu masalah. Sehingga tak jarang kita membela suatu hal lebih banyak dipengaruh antara suka dan tidak suka, dan juga karena suatu kepentingan dimana kita berada.
Sebagai contoh, kita bisa menyaksikan perkelahian terjadi hanya karena rasa solider untuk membela warga atau teman sendiri tanpa melihat  permasalahan yang sebenarnya. Tak jarang teman yang dibela mati-matian justru berada dipihak yang salah.
Apakah artinya mengorbankan diri pada jalan yang salah?
Masih banyak contoh soal lainnya dalam suatu masalah, dimana kita benar-benar tidak bisa berada dipihak yang benar karena pengaruh keadaan dan perasaan.
Apabila seseorang membela  kebenaran atau mempertahankan kebenaran maka dia hendaklah sedar bahwa dia melakukan tanggungjawab kepada Tuhan. Tidak kerana dia mengharapkan pujian  daripada manusia, atau kemasyhuran, atau kemenangan. Sebaliknya jika seseorang melawan kebenaran dan berpihak pada yang salah, berarti dia menghianati kebenaran yang ada pada dirinya.
Kebenaran adalah kebenaran, ia tiada kaitan dengan kehendak diri sendiri atau kehendak orang lain. Justeru, insan yang jujur akan membela dan memperjuangkan kebenaran dan prinsip yang benar sekalipun terpaksa bercanggahan dengan kehendak dirinya, ataupun kehendak orang lain. Sekalipun dia menanggung rugi, atau dia ditentang oleh dunia sekelilingnya.
“Katakanlah kebenaran walaupun ia pahit”
Banyak rintangan dan halangan. Sebabnya, kebenaran itu tidak semestinya menjanjikan kemenangan di dunia yang fana ini. Tapi apakah kita harus mengingkari kebenaran yang ada pada diri kita. Kebenaran dari pencipta kita.


Baca Selengkapnya »

Mei 02, 2011

Perjuangkanlah Cintamu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu bisa luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju mengantarkan pada ketenteraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Atau kadang-kadang keinginan itu harus terbukti setelah melampaui berbagai tantangan berat. Untuk itulah kita tidak bisa patah semangat dan menyerah begitu saja. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain, tetapi banyak juga orang yang tidak sadar bahawa sukses, bahagia dan lain-lain harus didapat melalui tantangan yang berat bahkan kadang-kadang menyakitkan. Jika itu kita hadapi, maka hadapilah dengan benar tanpa menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, rokkap, jabatan atau kedudukan bisa menjadi bukan milik kita meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya. Oleh karena itu ketika sudah ada dalam gemgaman kita jangan lupa diri, jangan sombong dan bertindak sewenang-wenang. Kadang kita tak sadar mendikte Tuhan tentang rokkap kita, rokkap anak kita, mungkin rokmap saudara kita. "Pokoknya harus dia. Harus dia, karena aku sangat mencintainy, Karena dia cocok jadi menantuku, karena aku ingin mengulang kembali sejarah. Dalam budaya orang batak sering terjadi seperti itu. Menjodohkan anak-anaknya demi kecintaanya pada masa lalu yang boleh tidak relevan pada zaman modern ini " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa.
Ingatlah !
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Sebaliknya, boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Bukan berarti saya akan mengatakan tak ada guna memperjuangkan orang yang kamu cintai. Perjuangkanlah untuk dirimu bukan pada orang lain.
Baca Selengkapnya »

Perjuangkanlah Cintamu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu bisa luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju mengantarkan pada ketenteraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Atau kadang-kadang keinginan itu harus terbukti setelah melampaui berbagai tantangan berat. Untuk itulah kita tidak bisa patah semangat dan menyerah begitu saja. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak : harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain, tetapi banyak juga orang yang tidak sadar bahawa sukses, bahagia dan lain-lain harus didapat melalui tantangan yang berat bahkan kadang-kadang menyakitkan. Jika itu kita hadapi, maka hadapilah dengan benar tanpa menyakiti diri sendiri dan orang lain.
Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rezeki, rokkap, jabatan atau kedudukan bisa menjadi bukan milik kita meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya. Oleh karena itu ketika sudah ada dalam gemgaman kita jangan lupa diri, jangan sombong dan bertindak sewenang-wenang. Kadang kita tak sadar mendikte Tuhan tentang rokkap kita, rokkap anak kita, mungkin rokmap saudara kita. "Pokoknya harus dia. Harus dia, karena aku sangat mencintainy, Karena dia cocok jadi menantuku, karena aku ingin mengulang kembali sejarah. Dalam budaya orang batak sering terjadi seperti itu. Menjodohkan anak-anaknya demi kecintaanya pada masa lalu yang boleh tidak relevan pada zaman modern ini " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa.
Ingatlah !
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Sebaliknya, boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Bukan berarti saya akan mengatakan tak ada guna memperjuangkan orang yang kamu cintai. Perjuangkanlah untuk dirimu bukan pada orang lain.
Baca Selengkapnya »

Mei 01, 2011

Menanti Perubahan dalam Dunia Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional tahun 2011 mengusung tema Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Ini tentu bagian dari respons pemerintah terhadap peristiwa-peristiwa dalam masyarakat dan negara yang belakangan ini mencerminkan krisis budi pekerti.
Dalam amanatnya Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya.
Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan bahwa Tema ini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik.

Lalu perubahan apa yang akan terjadi dalam Dunia pendidikan kita dengan tema itu? Ini adadalah tantangan besar bagi kalangan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.
Sebagai guru.... saya berharap bahwa ini bukanlah sekadar pemikiran idealis tetapi harus menjadi tindakan yang nyata dengan memanfaatkan struktur pemerintahan sebaik-baiknya. Artinya ide dan pernyataan itu tidak hanya pegangan bagi pemerintah pusat dalam memikirkan kemajuan bangsa. Pemerintah daerah harusnya diberi ruang kesadaran yang lebih luas dalam implementasi Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti sebab Pemerintah Daerahlah ujung tombak yang memiliki sekolah dan pendidik serta tenaga kependidikan terutama pada tingkat pendidikan usia dini sampai pada sekolah menengah.
Selamat datang Perubahan....
Baca Selengkapnya »

Menanti Perubahan dalam Dunia Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional tahun 2011 mengusung tema Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti. Ini tentu bagian dari respons pemerintah terhadap peristiwa-peristiwa dalam masyarakat dan negara yang belakangan ini mencerminkan krisis budi pekerti.
Dalam amanatnya Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya.
Lebih lanjut Mendiknas menyampaikan bahwa Tema ini mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik.

Lalu perubahan apa yang akan terjadi dalam Dunia pendidikan kita dengan tema itu? Ini adadalah tantangan besar bagi kalangan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.
Sebagai guru.... saya berharap bahwa ini bukanlah sekadar pemikiran idealis tetapi harus menjadi tindakan yang nyata dengan memanfaatkan struktur pemerintahan sebaik-baiknya. Artinya ide dan pernyataan itu tidak hanya pegangan bagi pemerintah pusat dalam memikirkan kemajuan bangsa. Pemerintah daerah harusnya diberi ruang kesadaran yang lebih luas dalam implementasi Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti sebab Pemerintah Daerahlah ujung tombak yang memiliki sekolah dan pendidik serta tenaga kependidikan terutama pada tingkat pendidikan usia dini sampai pada sekolah menengah.
Selamat datang Perubahan....
Baca Selengkapnya »

April 29, 2011

Merindukan Tugas....

Baru beberapa hari siswa kelas XII selesai mengikuti ujian Nasional, perasaanku sebagai guru mulai hampa. Hari-hariku hadir di sekolah tanpa mengajar. Datang pagi-pagi duduk... browsing internet... bercerita.... dan setelah bel penanda sekolah usai berkemas pulang....
Sudah lebih seminggu begitu. Aku tidak mengajar, tidak mempersiapkan materi,tidak mengoreksi hasil pekerjaan siswa, tidak marah-marah dalam ruangan kelas karena ulah anak-anak.
Dulu aku merasa sangat senang saat membayangkan siswaku kelas XII akan segera menyelesaikan UN. Aku sangat senang karena tidak akan terbebani lagi dengan tugas-tugas rutinku sebagai guru. Setelah sekarang.... aku rindu untuk mengajar siswa yang kadang-kadang cari kesempatan berbuat onar, mengoreksi hasil pekerjaan siswa yang kadang-kadang mengecewakan...
Ada apa dengan diriku. Mengapa saat seperti ini aku tidak merasa terbebas? mengapa pada saat seperti ini aku merasa kehilangan dan ingin berbuat sesuatu yang lebih baik? Mengapa aku ingin mengajar padahal selama ini aku bukanlah termasuk guru yang ontime di kelas?
Baca Selengkapnya »

pimp your myspace